Minggu, 02 Agustus 2009

The Greatest Race in the World

Sukses bukanlah dinilai dari ketika seseorang memulai usahanya, tetapi sukses dinilai ketika seorang menyelesaikan tugasnya. Simaklah sejenak kisah nyata tokoh dunia ini....

Bob Wieland, 40 tahun, veteran perang Vietnam yang kehilangan kedua kakinya adalah salah satu peserta yang terakhir memasuki garis akhir di antara 19.413 peserta lainnya di perlombaan marathon kota New York pada tahun 1986. Waktu yang berhasil di torehnya pun tidak main-main menggelikan yaitu 4 hari 2 jam 48 menit dan 17 detik. Tentu hal ini terjadi karena ia berlari menggunakan kedua tangannya.

Prestasinya tentu bukanlah sesuatu yang patut dibanggakan, namun semua orang setuju bahwa Wieland memiliki semangat pantang mundur untuk menyelesaikan pertandingan yang dimulainya.

Fred Lebow, direktur pelaksana pertandingan mengatakan, "Waktu yang ditorehkan Wieland merupakan rekor marathon yang paling lambat di dunia." Dapatkah Anda bayangkan tiga hari setelah perlombaan berakhir, Wieland masih tetap menggenggam erat impiannya menuju garis akhir? Wieland merupakan potret juara sejati yang mampu memulai dan menyelesaikan perlombaan dalam hidupnya. Tahukah Anda bahwa pada tahun sebelumnya Wieland berlari dengan kedua tangannya dengan jarak 2.784 mill (108 kali jarak marathon normal) dalam "Walk of Hunger" sepanjang negara Amerika Serikat dan menghabiskan tiga setengah tahun. Saya yakin Wieland tidak dikenang sebagai seorang pelari cacat yang masuk garis akhir terakhir, tetapi ia dikenang sebagai seorang juara sejati yang mampu paling bertahan berlari dibandingkan peserta lainnya dan berhasil menggapai cita-citanya.


Temen2.., dari kisah ini kita bisa mendapatkan inspirasi dalam memotivasi hidup kita..

Pelari ini tidak melihat bahwa cacat tubuhnya dapat menghalangi dirinya untuk meraih mimpi. Namun sayang, banyak orang yang sehat malah kehilangan semangat dalam memulai "perlombaan" dalam hidupnya.

Bagaimana dengan kita??..
Adakah alasan-alasan terbesar yang kita pikir selama ini menghambat kesuksesan kita?
Apakah itu kesehatan, umur, pendidikan, ataupun kurang beruntung?
Ini yang mungkin sering kita keluhkan dan kita jadikan alasan..
Ketahuilah hal ini hanyalah alasan yang selama ini menghambat usaha sukses kita.
Belajarlah dari mereka yang tidak seberuntung kita namun mampu mengukir prestasi yang besar.
Bangkit dan teruslah berjuang!










1 komentar: