Rabu, 02 September 2009

TIPS BELAJAR EFEKTIF



Mempelajari sesuatu itu memerlukan proses yang panjang dan berliku. Kita tidak dapat menguasai suatu ilmu dengan hanya dalam waktu yang singkat namun memerlukan proses yang dinamakan membaca, mendengar, mengamati, memahami, mempraktekkan sehingga mencapai tingkat menciptakan atau mengembangkan.

Dari suatu penelitian didapat bahwa seseorang belajar :
10% dari apa yang dia baca, 20% dari apa yang dia dengar, 30% dari apa yang dia lihat, 50% dari apa yang dia lihat dan dengar , 70% dari apa yang dia katakan, 90% dari apa yang dia lakukan( Vernon A. Magnesen, dikutip dalam Quantum Teaching)

Jadi dari penelitian tersebut didapat bahwa belajar bukan hanya membaca atau mendengar saja tapi lebih dari itu belajar merupakan satu kesatuan yang terintegrasi sehingga tercipta suatu proses belajar yang maksimal.

Berikut ini ada beberapa tips yang dapat kita terapkan sebagai langkah awal menuju proses belajar yang lebih baik:
  1. Selalu ulang kembali pelajaran yang telah didapat. Setelah itu baca singkat dua halaman materi berikutnya untuk mencari kerangkanya. Begitu pelajaran tersebut diterangkan guru esoknya, kamu sudah punya gambaran atau dasarnya, tinggal menambahkan saja apa yang belum kamu tahu.
  2. Usahakan selalu konsentrasi penuh waktu mendengarkan pelajaran di sekolah. Materi yang kamu dengar bakal mudah dipanggil lagi begitu kamu menghapal ulang pelajaran.
  3. Coba untuk mengetik ulang catatan pelajaran ke dalam komputer. Logikanya, dengan mengetik ulang catatan berarti sama saja dengan membaca ulang pelajaran yang baru saja kamu dapat dari sekolah. Materi yang diulang tadi bisa tersimpan di memori otak buat jangka waktu yang lama. Lebih bagus lagi kalau kamu mau membaca kembali atau mempelajari catatan tersebut setelah diketik. Susah lupanya.
  4. Cara lain adalah dengan membaca ulang catatan pelajaran kemudian buat kesimpulan dengan kata-katamu sendiri. Supaya dapat terpatri lama di memori, tulis kesimpulan kamu tadi di secarik kertas kecil seukuran kartu nama. Kartu-kartu tersebut efektif untuk mengulang dan membaca singkat kala senggang.
  5. Mengulang pelajaran tidak selamanya harus dengan membaca atau menulis. Mengajari teman lain tentang materi yang baru diulang bisa membuatmu selalu ingat akan materi tersebut. Bagusnya lagi, kamu menjadi lebih paham akan materi tersebut
  6. Belajar mendadak menjelang tes memang tidak efektif. Paling nggak sebulan sebelum ulangan adalah masa ideal buat mengulang pelajaran. Materi yang banyak bukan masalah. Caranya : selalu buat ringkasan atau kesimpulan pada setiap pelajaran, kalau perlu pakai tabel atau gambar ilustrasi supaya mudah diingat
  7. Ada beberapa temanmu yang menyukai waktu belajar di siang hari. Maklum, badan masih segar setelah tidur cukup di malam hari, jadi semangat masih tinggi. Kondisi yang bagus tersebut tidak mereka sia-siakan begitu saja. Pagi mereka konsentrasi penuh pada pelajaran di kelas dan siangnya konsentrasi untuk mengulang kembali. Malam hari hanya mereka gunakan untuk mengerjakan aktifitas ringan atau pekerjaan rumah. Jadi tidak pernah ada kata begadang. Boleh juga tuh!
  8. Kalau badan capek, bakal susah buat konsentrasinya. Beberapa temanmu menyarankan untuk libur dulu dari acara olah raga atau kegiatan fisik lainnya sehari menjelang ulangan umum.
  9. Belajar sambil mendengarkan musik memang asyik. Pilih musik yang tenang tapi menggugah. Musik klasik macam Beethoven ato Mozart bisa dicoba. Musik tipe ini cocok banget buat menemani kamu selama mengerjakan tugas yang jawabannya sudah pasti, kayak matematika, ilmu alam atau bahasa asing. Dijamin stamina belajarmu akan selalu berisi dan penuh semangat.

Selamat mencoba, suskes belajar...sukses hasilnya...

Selasa, 01 September 2009

TIPS TAMPIL LEBIH SMART

Komunikasi dengan seseorang akan terasa nyaman apabila Anda dan lawan anda bicara memiliki saling keterkaitan secara personal. Ketertarikan dapat dibangun melalui berbagai cara,diantaranya adalah tampil menarik dan tampil smart di depan lawan bicara Anda. Siapa yang tak ingin tampil lebih pintar? Berikut ini adalah tips mudah tampil lebih smart:

1. Jaga Kontak Mata. Jaga kontak mata sepanjang waktu dan buat suara Anda sedikit lebih rendah. Dari 3 kode komunikasi bahasa paling umum, paralanguage (elemen seperti nada, tempo, volume) dan petunjuk non verbal. Bahasa berperan 30%-35% dari makna percakapan, yang berarti hal-hal seperti suara Anda dan bagaimana Anda menggerakan tangan mempengaruhi bagaimana orang memahami Anda.

2. Dengarkan Diri Anda Sendiri. Anda terdengar berbeda dari bagaimana orang mendengar Anda. Minta bantuan seorang teman untuk menilai cara Anda bicara dan tuliskan elemen apa saja yang paling menganggu dan masih perlu diperbaiki saat Anda berbicara.

3. Bicara Dengan Akurat. Ketimbang bicara ‘terlalu tinggi’ tapi salah, gunakan kata-kata sederhana yang mudah dipahami akan menyiratkan kecerdasan. Pilih kata-kata dengan cermat dan pastikan artinya tidak rancu, ambigue, membingungkan ataupun bertele-tele. Misalnya, daripada mengatakan “Hm..sehubungan dengan adanya peak traffic pada tanggal 20, maka message inquiry yang dikirimkan dalam transaksi pembayaran telepon melalui ATM tidak direspon oleh main-server Telkom di Divre IV” lebih baik dikemas dengan “Hm..saya kira munculnya gangguan transaksi pembayaran telepon disebabkan karena sistem di telkom belum mampu meng-handle jumlah transaksi yang begitu tinggi, terutama di tanggal 20 seperti sekarang ini”.


4. Sebutkan Nama Atau Peristiwa Yang Sedang Hot. Ikutilah perkembangan berita dan peristiwa terkini sebagai awal percakapan untuk memberi Anda tambahan kredibilitas dan nilai, misalnya “Hm..suhu politik sepertinya makin meningkat nih menjelang Pilpres besok.”

5. Pause. Rencanakan apa yang hendak Anda bicarakan sebelum mengucapkannya ketimbang menggunakan “eee…”, “mmm…” atau “apa itu namanya…”

Slamat mencoba,sukses dalam tampil smart...


Minggu, 02 Agustus 2009

The Greatest Race in the World

Sukses bukanlah dinilai dari ketika seseorang memulai usahanya, tetapi sukses dinilai ketika seorang menyelesaikan tugasnya. Simaklah sejenak kisah nyata tokoh dunia ini....

Bob Wieland, 40 tahun, veteran perang Vietnam yang kehilangan kedua kakinya adalah salah satu peserta yang terakhir memasuki garis akhir di antara 19.413 peserta lainnya di perlombaan marathon kota New York pada tahun 1986. Waktu yang berhasil di torehnya pun tidak main-main menggelikan yaitu 4 hari 2 jam 48 menit dan 17 detik. Tentu hal ini terjadi karena ia berlari menggunakan kedua tangannya.

Prestasinya tentu bukanlah sesuatu yang patut dibanggakan, namun semua orang setuju bahwa Wieland memiliki semangat pantang mundur untuk menyelesaikan pertandingan yang dimulainya.

Fred Lebow, direktur pelaksana pertandingan mengatakan, "Waktu yang ditorehkan Wieland merupakan rekor marathon yang paling lambat di dunia." Dapatkah Anda bayangkan tiga hari setelah perlombaan berakhir, Wieland masih tetap menggenggam erat impiannya menuju garis akhir? Wieland merupakan potret juara sejati yang mampu memulai dan menyelesaikan perlombaan dalam hidupnya. Tahukah Anda bahwa pada tahun sebelumnya Wieland berlari dengan kedua tangannya dengan jarak 2.784 mill (108 kali jarak marathon normal) dalam "Walk of Hunger" sepanjang negara Amerika Serikat dan menghabiskan tiga setengah tahun. Saya yakin Wieland tidak dikenang sebagai seorang pelari cacat yang masuk garis akhir terakhir, tetapi ia dikenang sebagai seorang juara sejati yang mampu paling bertahan berlari dibandingkan peserta lainnya dan berhasil menggapai cita-citanya.


Temen2.., dari kisah ini kita bisa mendapatkan inspirasi dalam memotivasi hidup kita..

Pelari ini tidak melihat bahwa cacat tubuhnya dapat menghalangi dirinya untuk meraih mimpi. Namun sayang, banyak orang yang sehat malah kehilangan semangat dalam memulai "perlombaan" dalam hidupnya.

Bagaimana dengan kita??..
Adakah alasan-alasan terbesar yang kita pikir selama ini menghambat kesuksesan kita?
Apakah itu kesehatan, umur, pendidikan, ataupun kurang beruntung?
Ini yang mungkin sering kita keluhkan dan kita jadikan alasan..
Ketahuilah hal ini hanyalah alasan yang selama ini menghambat usaha sukses kita.
Belajarlah dari mereka yang tidak seberuntung kita namun mampu mengukir prestasi yang besar.
Bangkit dan teruslah berjuang!